QuickPost | Friendster Blogs
Wednesday, July 18th, 2007Juli,2007
Ada Apa Dengan Juli?
Libur panjang, cuaca cerah. Ketika matahari mulai meninggi anginpun bertiup kencang, menyejukkan. Saya jadi teringat masa kecil, di sebuah desa yang cukup subur karena Alhamdulillah pasokan air cukup melimpah. Di belakang rumah saya ada pekarangan yang rimbun dengan rumpun bambu dan pisang juga mangga yang ditanam Kakung. Di pekarangan itu biasanya saya dan teman- teman kecil saya menghabiskan masa liburan sekolah. Sepanjang hari bermain masak- masakan atau petak umpet.
Kalau haus tinggal menyeberang sawah dan sungai kecil menuju ladang tebu milik tetangga. Hmm… rasanya tidak ada bosan – bosannya makan tebu. Pilih yang batangnya gemuk, potong di pangkalnya, buang pucuknya lalu kupas kulitnya dan rasakan manisnya air tebu. Ah,,,segar!!! Kalau sudah bosan makan tebu biasanya saya dan kawan2 mencari kepiting di sungai kecil di dekatnya. Sungai kecil yang jernih dengan batuan kerikil hitam dan pasir lembutnya. Hmm,,, menyenangkan.. hoahh,,,,terkadang kantuk datang dan berbaring di naungan pohon trembesi dengan kasur rumput teki yang empuk terasa sangat nyaman. Suara burung dan desau angin meniup daun adalah suara yang selalu menenangkan. Sesekali terdengar kokok ayam hutan dari bukit kecil di sebelah selatan ladang. Hei,,,tiba2 terdengar suara ribut dari arah lain. Rupanya datang serombongan anak laki2 yang hendak menerbangkan layang2nya. Layang- layang besar dari kertas sampul coklat. Sebentar saja layangan coklat tadi sudah mengangkasa. Wow…semakin lama semakin tinggi dan terlihat kecil seperti hendak menuju matahari. Ngung….ngung…. senar yang dipasang di layangan tadi mulai berbunyi. Seakan mengajak anak2 ikut terbang. “ Kemari! Terbang bersamaku dan kita lihat betapa indahnya desa ini dari ketinggian” . Semakin sore suasana semakin ramai. Datang beberapa anak laki2 yang lebih besar membawa keranjang rumputnya. Ada seorang Kakek yang menggembala kambingnya. Kakek yang ramah dan selalu tersenyum. Saya masih ingat ketika beliau membantu mengusir ular hijau dan mengantar pulang ke rumah. Bagaimana keadaannya sekarang ya? Seingat saya Kakek itu tidak punya anak..
Liburan selalu menyenangkan. Tidak perlu pergi ke Taman hiburan atau tempat rekreasi yang perlu membayar. Kalau ingin berenang kami tinggal pergi ke sungai di sebelah Utara desa. Sambil melihat orang memandikan sapi di bagian hilir, saya dan teman2 bermain pasir yang dingin di bawah bamboo atau berenang di air dangkal. Selalu saja ada orang yang mengawasi setiap kali aku dan teman2 kesana. Kadang mereka terlalu berlebihan dan cenderung cerewet ( sekarang baru aku sadar maksud mereka). Sungai selalu ramai ada seorang nenek yang tiap hari kerjanya mengambil ranting2 bambu atau kayu di pinggir sungai. Ada pula bapak- bapak yang memandikan ternaknya atau ibu- ibu yang memecah batu di pinggir sungai. Tapi biasanya kalau ketahuan mandi di sungai Bapak akan memarahi dan menghukum saya habis2an. Mulai dari jeweran di telinga sampai cubitan di paha. Mungkin sekarang sudah masuk penganiayaan dan tindak kekerasan terhadap anak ya?he2,,,
Malam hari di desa saya tidak pernah sepi. Sehabis maghrib anak- anak berkumpul di masjid atau langgar, mengaji. Selepas Isya, kami berkumpul di depan rumah tetangga yang pekarangannya luas dan lapang (Ssttt…tidak ada yang berani kumpul di depan rumah saya, Kakung dan bapak tidak suka ribut2).
Biasanya saya dan teman2 main petak umpet atau gobak sodor. Biasanya jam 21.00 Bapak memasang alarmnya dan menyuruh Mbak memanggil pulang. Ibu langsung menyuruh ganti baju dan bersih2 baru tidur. Biarpun seharian bermain rasanya masih kurang puas. Jadi buru- buru saya tidur agar besok segera datang dan bermain lagi.
Ada saatnya Bapak berbaik hati mengajak saya dan Arum, adik bungsu saya, ke kebun binatang. Agak jauh dari rumah sekitar 1 jam perjalanan naik motor. Jadi geli sendiri kalau ingat waktu itu, saya dan Arum, tidak bisa tidur karena takut ditinggal. Kami sudah merencanakan dan membayangkan apa yang akan kami lakukan besok. Biasanya pagi2 Mbak Anik, kakak pertama saya, akan membangunkan dan memandikan kami lalu menyiapkan baju. Ibu masih sibuk di dapurnya menyiapkan bekal. Setelah semuanya beres saya siap dengan jaket wol hijau kesayangan dan Arum dengan jaket kain coklat. Wuss…. Menuju Kebun Binatang (hei..saya lupa namanya, yang jelas lokasinya di daerah antara Madiun dan Ponorogo). Sepanjang jalan Bapak mengajak ngobrol atau menyanyi biar ga ngantuk. Pertama kali yang kami tuju ketika sampai adalah Pongo pigmeus- pigmeus alias Orang Utan dan melemparkan kacang rebus. Hi,,hi,,, menyenangkan melihat Orang Utan tadi membuka dan makan kacang rebus seperti manusia saja. Selanjutnya binatang favorit saya adalah gajah dan jerapah. Setelah memutari seluruh kebun binatang, Bapak mencari tempat yang teduh dan makan bekal. Hmm…rasanya nikmat sekali.
Ada lagi kenangan di bulan Juli yaitu Ulang Tahun Mbak Anik dan Arum. Jauh- jauh hari saya pasti menyiapkan sesuatu untuk mereka, Kartu ucapan untuk mbak Anik dikirim seminggu sebelum hari H dan hadiah kecil untuk Arum. Dia paling suka menggambar jadi saya belikan crayon, cat air, kadang juga membuat herbarium dari daun atau rumput yang saya keringkan dalam buku karena dia suka membuat pernak- pernik. Dan Ibu selalu membuat bubur merah dan bubur putih tak lupa tumpeng lengkap dengan sayur urap- urap dan bothok. Hmmm….lezat!!!
Kapan ya saya bisa seperti ini lagi? Rasanya waktu berlalu dengan cepat. Saat kuliah ada waktu hampir 3 bulan liburan, tapi kemana aja ya selama ini? Hmm.. betapa kangennya saya dengan suasana ketika kecil dulu. Sederhana dan menyenangkan. Damai, sejuk.. tidak sabar saya ingin pulang minggu depan. Tiga hari memang waktu yang tidak lama tapi saya yakin saya akan mendapatkan kembali kenangan masa kecil saya. Semoga. Amin…